Penumbangan Pohon

Cara dan Alat-Alat Penumbangan Pohon

Proses Penumbangan Pohon merupakan komponen produksi yang berada di bagian awal dari Proses Pemanenan Kayu pada Hutan Tanaman Industri. Proses ini membuat kayu tegakan (standing stock) menjadi bundel-bundel tumpukan kayu rebah di ‘infield’ yang siap untuk menjalani proses berikutnya (infield stock).

Pemilihan jenis alat yang digunakan menentukan Sistim Penumbangan yang akan diterapkan.

  1. Sistim penumbangan manual menggunakan chainsaw.
  2. Sistim penumbangan mekanik menggunakan alat berat, antara lain:
    • Fellerbuncher
    • Shearhead
    • Harvester

Sistim Penumbangan Manual dengan Chainsaw

Sistim Penumbangan Pohon dengan cara menggunakan Chainsaw ini beresiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Kayu sandar, kayu lapuk, dan liana merupakan ancaman utama. Operator chainsaw harus telah memahami cara Penumbangan Pohon secara aman:

  1. Penilaian area terhadap potensi bahaya: Ancaman bahaya pohon sandar,
    ancaman bahaya pohon lapuk, ancaman bahaya liana yang merambat di antara pohon,
    kecondongan pohon, arah angin, dan lain-lain.
  2. Penetuan arah rebah.
  3. Pembersihan area sekitar pohon yang akan ditumbang dan pembuatan jalur
    penyelamatan.
  4. Cara memotong pohon dengan melakukan takik rebah dan takik balas untuk mengarahkan rebahnya pohon.
  5. Jarak antar operator chainsaw dan keleluasaan pandangan antara satu operator dengan operator lainnya.

Sebaiknya satu unit chainsaw dioperasikan oleh 2 operator secara bergantian
ditambah dengan 1 helper. Hal ini penting untuk menghindari faktor
kelelahan yang bisa saja mengakibatkan kecelakaan. Seringkali operator
bertindak ceroboh akibat faktor kelelahan.

Setelah pohon ditumbang, proses selanjutnya adalah mebersihkan ranting dan daun. Pada Hutan Tanaman Industri untuk bahan baku pulp dan kertas, proses masih dilanjutkan lagi dengan mengupas kulit kayu sebelum memotong kayu menjadi sortimen dengan panjang tertentu. Bebarapa jenis kayu, seperti acacia mangium, memiliki serat kulit yang dalam keadaan segar mudah untuk dikupas secara manual.

Untuk melengkapi proses lanjutan ini, dibutuhkan tenaga tambahan sebanyak 3 orang lagi. Dengan demikian, total berjumlah 6 orang dibutuhkan untuk kegiatan Penumbangan Pohon secara manual pada setiap 1 unit chainsaw.

Sistim Penumbangan Mekanik

Umumnya, alat-alat berat yang digunakan untuk Penumbangan Pohon secara mekanik memiliki kemampuan ‘collecting’, dimana dapat memotong lebih dari satu pohon dalam satu sesi penumbangan, yaitu sebelum direbahkan ke tanah, alat akan mengenggenggam pohon yang akan ditumbang, memotongnya, kemudian mengarahkan ‘boom’ dan ‘arm’ untuk menggenggam dan memotong pohon berikutnya, sebelum direbahkan ke tanah.

Untuk memotong pohon, Fellerbuncher dilengkapi dengan piringan yang dapat berputar dengan rantai maupun gerigi gergaji di sekelilingnya. Shearhead memotong pohon dengan cara menggunting, apakah dengan menggerakkan kedua mata guntingnya atau dengan hanya menggerakkan salah satu mata gunting sementara mata gunting yang lainnya tetap di posisinya. Sedangkan Harvester menggunakan rantai gergaji, yang berputar pada suatu bar, untuk memotong kayu.

Alat-alat ini juga, tentunya, memiliki kemampuan untuk menyusun kayu tumbangan kedalam bundel-bundel tumpukan kayu sehingga memudahkan proses pemanenan berikutnya.

Harvester dilengkapi dengan kemampuan tambahan dimana kayu dapat langsung dikupas dan dipotong-potong menjadi sortimen kayu dengan panjang tertentu.

Akan tetapi, pemilihan jenis alat yang akan digunakan tidaklah hanya terbatas pada pertimbangan kelebihan dan kekurangan alat-alat untuk penumbangan pohon. Beberapa faktor lain perlu diperhitungkan, seperti modal untuk penyediaan alat, ongkos untuk pengoperasian dan pemeliharaan alat, pemakaian bahan bakar, bobot total alat, kondisi topografi, kerapatan pohon, diameter rata-rata pohon, aksesibilitas, unsur safety, dan lain lain. Faktor-faktor ini, pada akhirnya, menentukan biaya satuan produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *